Selamat Datang | Sugeng Rawuh | Wilujeng Sumping | Selamet Dheteng | Rahajeng Rauh | Salamaik Datang | Horas | Mejuah-Juah | Nakavamo | Slamate Iyoma | Slamate Illai | Pulih Rawuh | Maimo Lubat

Thursday, October 6, 2011

Kenapa Perjalanan Pulang terasa lebih cepat


Kawan-kawan ngerasa ga, ketika dalam suatu perjalanan bahwa perjalanan pulang rasanya lebih cepat dibandingkan ketika kita berangkat? Ngerasa ga? Atau jangan-jangan kawan-kawan termasuk dalam golongan yang ga perduli dengan perjalanan yang penting sampai di tempat tujuan dengan selamat sentosa? ^^, bagi yang ngerasa bahwa perjalanan pulang lebih cepat daripada perjalanan berangkat, kira-kira inilah jawabannya.
Dahulu, para peneliti beranggapan bahwa perjalanan pulang terasa lebih pendek karena rute perjalanan sudah dikenal waktu perjalanan berangkatnya, sehingga mereka sudah menghafal rute dan oleh karena itu, perjalanan pulang terasa lebih cepat. Namun, berdasarkan hasil penelitian terhadap 350 orang yang berlibur dengan bus, dengan sepeda dimana penelitian ini sudah dipublikasikan di bulletin Springers Psychonomic Bulletin & Review.
Para peneliti tersebut beranggapan, bahwa efek perjalanan pulang ini tidak disebabkan oleh rute perjalanan pulang yang sudah dikenal, seperti diduga sebelumnya, tetapi karena harapan yang berbeda.
Para ilmuwan percaya efek perjalanan pulang ini tidak disebabkan oleh rute perjalanan pulang yang sudah dikenal, seperti yang diduga sebelumnya. Tetapi karena harapan yang berbeda. Sampai sekarang, penjelasan popular untuk perjalanan pulang yang terasa pendek adalah bahwa perjalanan pulang lebih mudah diprediksi daripada perjalanan berangkat, namun berdasarkan penelitian tersebut, pendapat ini disangkal.
Asisten penulis Michael Roy, dari Elizabethtown College di Pennsylvania, mengatakan: "Efek perjalanan pulang juga ada ketika responden mengambil rute kembali yang berbeda, namun jarak yang sama". "Anda tidak perlu mengenali rute untuk mengalami efek". Para peneliti berharap dapat menjelaskan lebih dari sekadar efek perjalanan pulang. "Temuan pada efek perjalanan pulang ini dapat membantu kita membuat prediksi baru tentang bagaimana orang mengalami durasi itu, meskipun mereka tidak berhubungan dengan perjalanan." kata Profesor van de Ven.
Ngarti ga kawan-kawan? Saya juga bingun neh, intinya kalo menurut saya, bahwa perjalanan pulang itu terasa lebih cepat karena kita tidak punya bayangan apa-apa terhadap apa yang akan kita kerjakan. Jika dalam perjalanan berangkat kita serius terfokus akan apa yang akan kita tuju, ngapain kita disana dan seterusnya, maka hal itu membuat perjalanan menjadi lama, sedangkan ketika dalam perjalanan pulang kita tanpa beban sehingga perjalanan terkesan lebih singkat. Kira-kira begitu, bagaimana menurut anda?

3 komentar:

kamarudin junior link fc lintang said...

menurut aqu sih perjalanan pulang itu kita sudah tahu pasti tujuan yaitu rumah kalau perjalanan berangkat kita tidak tahu pasti karena kita berfikir banyak mana jalan yang kita lalui

Te Effendi said...

hehehe, banyak jawaban ya, kenapa kita merasa lebih cepat dalam perjalanan pulan

Ennysa said...

menurut saya, saya agak bingung dengan perjalan berangkat dan pulang, karna sebagai mahasiswa rantau saya merasa perjalanan pulang ke rumah adalah jalan berangkat, dan ini alasan saya karena pada saat berangkat kita lebih memperhatikan jalan dan berharap akan cepat sampai, namun pada saat perjalanan pulang tidak banyak yang diperhatikan disebabkan banyaknya perasaan yang timbul seperti sedih (mungkin) jadi tidak terlalu memperhatikan jalan... itu menurut saya.. tapi saya juga setuju dg anggapan bapak..

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes