Selamat Datang | Sugeng Rawuh | Wilujeng Sumping | Selamet Dheteng | Rahajeng Rauh | Salamaik Datang | Horas | Mejuah-Juah | Nakavamo | Slamate Iyoma | Slamate Illai | Pulih Rawuh | Maimo Lubat

Monday, May 9, 2011

Arti Kode Angka dan Huruf Pada Gerbong Kereta Api

Kawan-kawan sering bepergian dengan menggunakan kereta api? Atau hanya sekedar suka melihat kereta api? Tahu ga kira-kira apa arti kode yang ada di masing-masing gerbong kereta api tersebut. Seperti misalnya gerbong kereta api Malabar rute Bandung – Malang ini, memiliki kode K1-64517. Apakah artinya? Inilah artinya.
Pada prinsipnya Gerbong kereta api dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu kereta/ gerbong penumpang kelas Ekonomi, Bisnis, Eksekutif. Kemudian Kereta/ gerbong makan kelas Ekonomi, Bisnis, Eksekutif, dan Kereta Pembangkit atau Kereta Bagasi. Kode-kode untuk jenis gerbong tersebut antara lain:
K1        : Gerbong kelas Eksekutif
KM1     : Gerbong Makan kelas Eksekutif
K2        : Gerbong kelas Bisnis
KM2     : Gerbong Makan kelas Bisnis
K3        : Gerbong kelas Ekonomi
KM3     : Gerbong Makan kelas Ekonomi
KMP     : Gerbong Makan Pembangkit (Jenis Kereta Makan + Pembangkit Mini) biasanya hanya untuk kelas Ekonomi dan Bisnis (KMP3 & KMP2)
KP        : Gerbong Pembangkit Listrik
BP        : Gerbong Bagasi Penumpang
Kemudian 2 digit setelah tanda “-“ menunjukkan tahun pembuatan gerbong. Kemudian 1 digit setelah tahun pembuatan menunjukkan kode seri boogie (Rangkaian Roda Kereta ) setiap seri menunjukkan karakteristik dari beban dan batas kecepatan pacu gerbong, ada 5 jenis seri yaitu seri 5,6,7,8,9 yang batas kecepatan nya berkisar antara 80km/ h - 120 Km/ h
Ciri Ciri Boogie:
Seri 5: 4 roda ditiap tiap roda mengunakan per keong, termasuk per utamanya dengan maksimal kecepatan 100 km/ h.
Seri 6: 4 roda ditiap roda menggunakan per keong , per utama menggunakan per daun dengan mak kecepatan 100 km/ h.
Seri 7: 4 roda ditiap roda menggunakan per daun, termasuk per utamanya dengan mak kecepatan 100 km/ h.
Seri 8: 4 roda ditiap roda menggunakan suspensi pegas karet, suspensi sekunder menggunakan per keong dengan mak kecepatan 120 km/ h.
Seri 9: 4 roda ditiap roda menggunakan suspensi pegas karet, suspensi sekunder menggunakan pegas udara dengan mak kecepatan 120 km/ h.
Seri 5,6,7 biasanaya digunakan untuk gerbong seri lama dengan tahun pembuatan 60,70,80 seri 8 untuk tahun 90 an untuk kelas Argo Generasi 1 (Argo Bromo) namun karena dirasakan kurang nyaman oleh penumpang banyak yang di ganti dengan seri 5 yang dianggap lebih stabil. Seri 9 digunakan kereta Argo terbaru seperti Argo Anggrek.
2 digit terakhir menunjukkan nomor inventaris gerbong yang dimiliki oleh PT  Kereta Api sesuai kelasnya.
Pada gambar di atas, gerbong kereta api Malabar dengan nomor gerbong  K1-64517 memiliki arti, bahwa gerbong tersebut adalah gerbong eksekutif yang diproduksi tahun 1964 dengan boogie seri 5 dan gerbong ke 17 yang dimiliki PT Kereta Api di kelas eksekutif.
Bagaimana dengan gerbong kereta api yang anda naiki? Jenis apakah itu? Tahukah Anda? ^^
Tulisan ini disarikan dari beberapa sumber, salah satunya adalah http://www.semboyan35.com/thread-1503.html.

1 komentar:

Anonymous said...

[url=http://ivlkrwnnz.com]cYemC[/url] - wQXAhtmLdQ - http://yuxeflk.com

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes