Jika
kawan-kawan sedang naik kereta api tentunya akan melewati
stasiun-stasiun, baik besar maupun kecil, baik numpang lewat maupun
berhenti. Waktu lewat stasiun-stasiun tersebut sempat memperhatikan
tulisan di samping atau di bawah papan nama stasiun tersebut, misal
Stasiun Jakarta Kota + 4 M. Kira-kira, apa yang ada di benak
kawan-kawan? Menunjukkan apa tanda “+4 M” tersebut. Jika ingin tahu,
inilah artinya.
Arti Angka +xxx di Papan Nama Stasiun KA adalah ketinggian (elevasi) tanah stasiun yang diukur dari permukaan laut. Jika +xxx m artinya ketinggian (elevasi) tanah stasiun yang diukur dari permukaan laut yaitu xxx meter di atas permukaan laut sedangkan jika - xxx m artinya ketinggian (elevasi) tanah stasiun yang diukur dari permukaan laut yaitu xxx meter di bawah permukaan laut. Dalam kasus Stasiun Jakarta Kota + 4 M artinya stasiun itu berada 4 meter di atas permukaan laut (dpl).
Arti Angka +xxx di Papan Nama Stasiun KA adalah ketinggian (elevasi) tanah stasiun yang diukur dari permukaan laut. Jika +xxx m artinya ketinggian (elevasi) tanah stasiun yang diukur dari permukaan laut yaitu xxx meter di atas permukaan laut sedangkan jika - xxx m artinya ketinggian (elevasi) tanah stasiun yang diukur dari permukaan laut yaitu xxx meter di bawah permukaan laut. Dalam kasus Stasiun Jakarta Kota + 4 M artinya stasiun itu berada 4 meter di atas permukaan laut (dpl).
Supaya
apa gitu ditulis ketinggian-ketinggian stasiun? Tentu ada maksudnya. fungsinya adalah agar masinis dan penumpang dapat
mengetahui ketinggian derah tersebut serta menginformasikan pada masinis
bagaimana keadaan jalur yang akan dilalui diantara 2 stasiun apakah di antara
kedua stasiun itu menanjak atau menurun. Selain itu
berkaitan dengan jenis lokomotif yang mungkin akan dipakai untuk melewati
stasiun-stasiun tersebut, stasiun dengan ketinggian luar biasa, misal Lebak
Jero dengan ketinggian 818 m dpl tentu akan menggunakan lokomotif yang mampu
menanjak dengan ketinggian tersebut, pun misalnya dipakai untuk melewati
stasiun dengan tingkat ketinggian yang rendah dan rawan banjir, stasiun Tawang
Semarang misalnya dengan ketinggian Cuma 2m dpl, tentu akan menggunakan
lokomotif yang tidak bertransmisi elektrik karena akan mudah konslet. Begitulah
kira-kira fungsinya.
Kalau
ngukurnya sekarang mungkin mudah, banyak perlengkapan canggih yang dapat
dipergunakan untuk mengukur ketinggian suatu tempat. Kalau dulu, jaman meneer
Belanda ngukurnya pakai apa? Ternyata yang dipakai adalah barometer, yaitu alat
untuk mengukur tekanan udara, dimana cara kerjanya, mengukur perbedaan tekanan
udara pada suatu lokasi dibandingkan dengan tekanan udara pada permukaan laut,
kemudian selisihnya dikonversi menjadi satuan panjang (meter) @_@. Begitulah kira-kira
^^
Bagaimana
dengan ketinggian stasiun yang anda lalui? Tahukah Anda?
Tulisan
ini disarikan dari beberapa sumber salah satunya adalah http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=118195&page=6&s=887bda7f39138aa74fdb9bb141ba6cd8.




11:08 AM
Te Effendi
Posted in: 
0 komentar:
Post a Comment